Pages

Monday, December 17, 2012

Reuni

"Aa fajrin, sore ini bisa gak ikutan makan-makan, farewellnya mbah ke Krakatau Posco? ". Pesan singkat dari Dede menyambung pesan sebelumnya minggu lalu tentang rencana kumpul-kumpul bareng teman-teman dari kantor gw yang lama. Sorenya gw pun langsung beranjak lebih cepat dari kantor untuk bertemu teman-teman yang sudah seperti keluarga ini. Beberapa kali rencana ini dibuat, tapi baru sekarang realisasinya. Mulai dari momen buka puasa, lebaran, hingga waktu libur kantor sewaktu pemiliihan Gubernur Jakarta, namun selalu tertunda. Baru kemarin akhirnya bertemu. Kebetulan Pak Murtyastanto, yang akrab dipanggil Mbah baru saja dipromosikan untuk posisi baru di perusahaan joint venture Krakatau Posco.

Sampai di sana gw telat (seperti biasa dan semua memahaminya), mereka sudah selesai makan, dan sedang asik dengan cerita tentang perubahan-perubahan yang terjadi di "republik baja" tempat dulu gw pernah bekerja.


Yang paling bikin kangen dari teman-teman lama gw ini adalah suasana kekeluargaan yang sangat kental bahkan dalam suasana kerja. Walaupun sering kali banyak tekanan dalam pekerjaan yang datangnya bertubi-tubi, gw masih bisa menemukan sebuah ruang nyaman tempat gw bisa berbagi beban tanpa merasa disudutkan ketika gw tidak mampu menyelesaikan persoalan. Di sana gw gak pernah merasa sendirian dalam bekerja, selalu ada orang yang bisa gw andalkan, Rachma, Bayu yang merupakan rekan-rekan sepantaran yang selalu membantu tanpa ada pretensi persaingan satu sama lain.

Lebih dari itu yang paling menyenangkan adalah ritual obrolan setiap hari di tengah ruangan yang terdiri dari beberapa kubikal menghadap keluar dan menyisakan satu meja di bagian tengah yang menjadi tempat ritual obrolan pagi hari. Sebuah ruangan diskusi bebas dimana segala topik dapat diterima.

Ada cerita tentang macet pagi ini dan berengseknya para pengendara di jalanan, perubahan politik nasional, harga saham perusahaan yang makin tergerus, dinamika politik internal perusahaan, problem rumah tangga, sampai cerita tentang kelakuan dari beberapa orang-orang di kantor yang kami anggap menggelikan. Obrolan pagi selama 1 jam dulu itu biasanya ditemani makanan kecil yang tersedia di meja bulat ditengah ruangan. Makanan tersebut didonasikan oleh siapa saja yang ihklas membagi makanan sambil mulai bercerita. Ada juga yang mendengarkan sambil melakukan ritual sarapan bubur ayam atau mie instan bikinan Wawan si office boy di lantai 6.

Satu jam pertama itu menjadi semacam ice breaking sebelum memulai aktivitas serius dalam lingkup penelitian industri baja. Menjadikan suasana kantor selalu hangat dan kental dengan nuansa kekeluargaan, walaupun ada nuansa kekeluargaan dalam definisi lain yang sering kami jadikan bahan tertawaan di republik baja itu. Kekeluargaan yang sering dimaknai oleh beberapa oknum pejabat dengan membawa keluarga atau kerabat untuk bekerja di perusahaan yang sama. Mungkin maksudnya agar lebih dekat dengan keluarga dan juga agar setiap keputusan dapat dijalankan secara kekeluargaan

Divisi tempat gw bekerja dulu termasuk yang paling anti terhadap hal-hal semacam itu dan kami selalu menjadikan hal-hal itu bahan tertawaan. Termasuk saat reunian kali ini. Salah satu cerita yang menarik adalah bagaimana Pak Murtyastanto mendapati di tempat kerjanya yang baru diisi oleh staf-staf yang masih terkait hubungan keluarga dengan orang-orang berpengaruh di republik baja.

Tempat kerja gw dulu itu seperti sebuah republik kecil yang merefleksikan republik Indonesia ini. Ada kronisme, ada intrik politik yang melingkupi pergantian posisi-posisi penting, ada kasak-kusuk dalam beberapa proyek perusahaan, namun tetap ada orang-orang jujur yang jengah dengan hal-hal itu namun tak terlalu memiliki kekuatan untuk menggeser gunungan masalah di republik baja itu dan sambil menunggu perubahan itu bergerak sedikit demi sedikit mereka melampiaskannya dalam diskusi ringan di tengah ruangan itu sambil menjadikannya bahan tertawaan di pagi hari sambil ditemani sarapan bubur ayam, indomie instant atau makanan kecil lainnya. Hal-hal yang gak lagi bisa gw lakukan di tempat kerja sekarang.

No comments: